Sabtu, 2009 Januari 03

Butir Resah

expr:id='"post-" + data:post.id'>

2911 Malam malam belakang yang dihitung mundur hanya muncul resah.
Bayang kematian yang dulu kurasakan indah kian pudar dan makin bikin ciut nyali. Seiring gersang hati dan tandus jiwa.
Jiwa makin kecut
Seirama dalam kesakitan raga, jiwa kini mulai jua melemah. Nafas kematian membunca, mata tak jua tetap terbuka.
Kupaksa nikmati kesendirianku diantara tumpukan buku2, kuresapi seluruh 'prepare' ini. Semakin ingin digantikan oleh mahluk yang lebih baik dariku di ranah jihad ini.
Kembali hadir rasa sakit itu, tabrakan dari mobil yang melaju lepas di hadapan batang hidung, aroma ban berdecit direm mendadak dan hempasan2 aspal yang jatuh ditimpa tubuh ringkih ini.
Semuanya membayang dikepala yang mulai berdenyut, bukan bayang orang lain tapi kepala itu aku, pergelangan kaki itu aku dan pusing ini milik ku. bobo dulu ah... lamat2 'ainul mardiah'nya unic berkelebat ditelinga...nambahin fikiran lagi...cuuukuuuupppp!!!TIDUR...Bismillah......zzzz


[+/-] Selengkapnya...

Rabu, 2008 Maret 19

kembali ke CINTA

expr:id='"post-" + data:post.id'>

bab26.Ayat Ayat Cinta
Musim dingin yang beku membuat tulang-tulangku terasa ngilu. Aku nyaris tidak kuat dengan keadaan sel yang sangat menyiksa. Tanpa disiksapun musim dingin dalam sel gelap, pengap, basah dan berbau pesing itu sangat menyiksa. Seluruh sumsum tulang terasa pedih bernanah. Aku memasuki hari-hari yang sangat berat.
Suatu sore, satu jam sebelum buka, tiga hari menjelang hari raya Idul Fitri Aisha menjenguk bersama paman Eqbal, dia tampak terpukul melihat keadaanku yang sangat mengenaskan. Menjalani musim dingin dengan tanpa pelindung tubuh yang cukup telah membuat seluruh persendianku kaku. Selama ini aku nyaris tidak pernah tidur kecuali dengan posisi jongkok, tangan memegang kedua kaki erat-erat. Beberapa kali aku merasa sangat tersiksa bagaikan orang yang sedang sekarat.

“Suamiku, izinkanlah aku melakukan sesuatu untukmu!” Kata Aisha dengan mata berkaca-kaca.
“Apa itu?”
“Beberapa waktu yang lalu Magdi mengatakan harapan kau bisa dibebaskan sangat tipis sekali. Maria masih juga koma. Mungkin hanya mukjizat yang akan menyadarkannya. Magdi berseloroh, jika punya uang untuk diberikan pada keluarga Noura dan pihak hakim mungkin kau bisa diselamatkan. Kalau kau mengizinkan aku akan bernegosiasi dengan keluarga Noura. Bagiku uang tidak ada artinya dibandingkan dengan nyawa dan keselamatanmu.”
“Maksudmu menyuap mereka?”
“Dengan sangat terpaksa. Bukan untuk membebaskan orang salah tapi untuk membebaskan orang tidak bersalah!”
“Lebih baik aku mati daripada kau melakukan itu!”
“Terus apalagi yang bisa aku lakukan? Aku tak ingin kau mati. Aku tak ingin kehilangan dirimu. Aku tak ingin bayi ini nanti tidak punya ayah. Aku tak ingin jadi janda. Aku tak ingin tersiksa. Apalagi yang bisa aku lakukan?”
“Dekatkan diri pada Allah! Dekatkan diri pada Allah! Dan dekatkan diri pada Allah! Kita ini orang yang sudah tahu hukum Allah dalam menguji hamba-hamba-Nya yang beriman. Kita ini orang yang mengerti ajaran agama. Jika kita melakukan hal itu dengan alasan terpaksa maka apa yang akan dilakukan oleh mereka, orang-orang awan yang tidak tahu apa-apa. Bisa jadi dalam keadaan kritis sekarang ini hal itu bisa jadi darurat yang diperbolehkan, tapi bukan untuk orang seperti kita, Isteriku. Orang seperti kita harus tetap teguh tidak melakukan hal itu. Kau ingat Imam Ahmad bin Hambal yang dipenjara, dicambuk dan disiksa habis-habisan ketika teguh memegang keyakinan bahwa Al-Qur’an bukan makhluk. Al-Qur’an adalah kalam Ilahi. Ratusan ulama pergi meninggalkan Bagdad dengan alasan keadaan darurat membolehkan mereka pergi untuk menghindari siksaan. Jika semua ulama saat itu berpikiran seperti itu, maka siapa yang akan memberi teladan kepada umat untuk teguh memegang keyakinan dan kebenaran. Maka Imam Ahmad merasa jika ikut pergi juga ia akan berdosa. Imam Ahmad tetap berada di Bagdad mempertahankan keyakinan dan kebenaran meskipun harus menghadapi siksaan yang tidak ringan bahkan bisa berujung pada kematian. Sama dengan kita saat ini. Jika aku yang telah belajar di Al Azhar sampai merelakan isteriku menyuap maka bagaimana dengan mereka yang tidak belajar agama sama sekali. Suap menyuap adalah perbuatan yang diharamkan dengan tegas oleh Baginda Nabi. Beliau bersabda, ‘Arraasyi wal murtasyi fin naar!’ Artinya, orang yang menyuap dan disuap masuk neraka! Isteriku, hidup di dunia ini bukan segalanya. Jika kita tidak bisa lama hidup bersama di dunia, maka insya Allah kehidupan akherat akan kekal abadi. Jadi, kumohon isteriku jangan kau lakukan itu! Aku tidak rela, demi Allah, aku tidak rela!”
Aisha tersedu-sedu mendengar penjelasanku. Dalam tangisnya ia berkata dengan penuh penyesalan, “Astaghfirullah…astaghfirullaahal adhiim!” Paman Eqbal ikut sedih dan meneteskan air mata.
“Aisha isteriku, apakah kau benar-benar mencintaiku?” tanyaku.
Aisha menganggukkan kepala.
“Aku juga sangat mencintaimu. Dan aku tak ingin kita yang sekarang ini saling mencintai kelak di akhirat menjadi orang yang saling membenci dan saling memusuhi.”
“Apa maksudmu? Apakah ada dua orang yang di dunia saling mencintai di akhirat justru saling memusuhi?” tanyanya.
“Jika cinta keduanya tidak berlandaskan ketakwaan kepada Allah maka keduanya bisa saling bermusuhan kelak di akhirat. Apalagi jika cinta keduanya justru menyebabkan terjadinya perbuatan maksiat baik kecil maupun besar. Tentu kelak mereka berdua akan bertengkar di akhirat. Seseorang yang sangat mencintai kekasihnya sering melakukan apa saja demi kekasihnya. Tak peduli pada apa pun juga. Terkadang juga tidak peduli pada pertimbangan dosa atau tidak dosa. Jika yang dilakukan adalah dosa tentu akan menyebabkan keduanya akan bermusuhan kelak di akhirat. Sebab mereka akan berseteru di hadapan pengadilan Allah Swt. Inilah yang telah diperingatkan oleh Allah Swt dalam surat Az Zuhruf ayat 67: ‘Orang-orang yang akrab saling kasih mengasihi, pada hari itu sebagiannya menjadi musuh bagi sebagian yang lain, kecuali orang-orang yang bertakwa.’ Isteriku, aku tak ingin kita yang sekarang ini saling menyayangi dan saling mencintai kelak di akhirat justru menjadi musuh dan seteru. Aku ingin kelak di akhirat kita tetap menjadi sepasang kekasih yang dimuliakan oleh Allah Swt. Aku tak menginginkan yang lain kecuali itu isteriku. Hidup dan mati sudah ada ajalnya. Allahlah yang menentukan bukan keluarga Noura juga bukan hakim pengadilan itu. Jika memang kematianku ada di tiang gantungan itu bukan suatu hal yang harus ditakutkan. Beribu-ribu sebab tapi kematian adalah satu yaitu kematian. Yang membedakan rasanya seseorang mereguk kematian adalah besarnya ridha Tuhan kepadanya. Isteriku, aku sangat mencintaimu. Aku tak ingin kehilangan dirimu di dunia ini dan aku lebih tak ingin kehilangan dirimu di akhirat nanti. Satu-satunya jalan yang harus kita tempuh agar kita tetap bersama dan tidak kehilangan adalah bertakwa dengan sepenuh takwa kepada Allah Azza Wa Jalla.”
Tangis Aisha semakin menjadi-jadi.
“Ka...kau benar Suamiku, terima kasih kau telah mengingatkan diriku. Sungguh beruntung aku memiliki suami seperti dirimu. Aku mencintaimu suamiku. Aku mencintaimu karena kau adalah suamiku. Aku juga mencintaimu karena Allah Swt. Ayat yang kau baca dan kau jelaskan kandungannya adalah satu ayat cinta di antara sekian juta ayat-ayat cinta yang diwahyukan Allah kepada manusia. Keteguhan imanmu mencintai kebenaran, ketakwaan dan kesucian dalam hidup adalah juga ayat cinta yang dianugerahkan Tuhan kepadaku dankepada anak dalam kandunganku. Aku berjanji akan setia menempatkan cinta yang kita bina ini di dalam cahaya kerelaan-Nya.”
Kalimat-kalimat yang terucap dari mulut Aisha menjadi penyejuk jiwa yang tiada pernah kurasa sebelumnya. Ia seorang perempuan yang lunak hatinya dan bersih nuraninya.

“Ya Allah kekalkan cinta kami di dunia dan di akhirat. Ya Allah masukkan kami ke dalam surga Firdaus-Mu agar kami dapat terus bercinta selama-lamanya. Amin.”


teman,ini mungkin hanya kita dapat dalam novel kang abik 'ayat2 cinta', novel yg mnceritakan perjuangan seorang fahri dalam belantara dunia yang hanya kecil.
Cerita ini sedikit banyak telah memberikn kpd kita gambarn cinta yg sesungguhnya, cinta yang membawa ke syurga bukan cinta yang hanya menghempaskn kita ke hinanya dunia.

teman, jikalau kita saat ini memilih cinta kita. maka pilihlah sebaik mungkin, cinta terbaik dan suci tidak akan pernah menjerumuskan. Kekasih sejati tidak akan pernah- demi Allah tidak akan dan tidak ingin- sedetik pun dalam hidupnya menjerumuskan kita dalam kubangan maksiat dan penantian panjang.Remember, we just can make plan.

teman,adik,saudara wanita ku semuanya. demi Rasul-Nya yang telah memerintahkan kita untuk menjaga kehormatan para wanita.Ingatlah,bahwa demi Allah bukan seorang lelaki shalih yang dia mengikat seorang wanita dalam janji pernikahan yang tak berujung,Demi Allah yang jiwa Muhammad berada di tangan-Nya bukan lelaki shalih yang berkata 'demi cinta',lantas ia mengajak seorang wanita untuk bermaksiat pada Allah apapun bentuknya. Entah itu Mendahului takdirkah,berpacarankah atau berzinahkah.

ingatlah duhai hambah,jangan hitung besar kecil dosa kita,tapi mari kita lihat Maha Besar Allah yang kita berani bermaksiat kpd-Nya.
Semoga kita dapat menjaga diri kita,keluarga kita dan kaum muslimin. Semoga Allah SWT muliakan kita dengan Syahada

[+/-] Selengkapnya...

Sabtu, 2008 Maret 01

rahasia hati

expr:id='"post-" + data:post.id'>











pada sebuah hari
ku berjalan langkahkan kaki
langkah terhenti

sebab seorang bidadari tersenyum padaku

entah siapa

wahai jiwa
mata ini tak ingin berbuat zinah
dan hatipun tak ingin dikuasai nafsu
tapi,bidadari ini selalu hadir dalam jiwaku

entah siapa dia adanya

separuh jiwaku dipenuhi cinta
separuh yang lainnya
di isi rindu

boleh aku rindui wajah cahaya itu?
yang terbalut hijab berwarna biru

izinkan aku melihat senyumnya lagi
kepada Ilahi kuberharap
walau hanya untuk sekejap

sebab separuh jiwaku dipenuhi cinta
kuingin separuhnya lagi jua berisi cinta
hilangkanlah rindu


[+/-] Selengkapnya...