Siapapun yang mendengar kata “hantu” tentu akan bergidik dan mulai terbesit berbagai bayangan aneh di pikiran kita. Lalu bagaimana jika hantu itu muncul di semak-semak hutan tepat di hadapan anda. Jika anda seorang kolektor atau penggemar anggrek, tentu bukannya takut, anda justru dibuat kagum dengan keunikan hantu yang satu ini.
Polyrrhiza lindenii…nama asli sang hantu. Anggrek “hantu” ini memang muncul secara tiba-tiba melayang di dahan-dahan pepohonan. Bagi kolektor anggrek, hal tersebut tidaklah aneh karena anggrek ini mengalami evolusi sehingga organ daunnya tereduksi. Tubuh tanaman ini hanya didominasi oleh organ akar sebagai alat untuk melekatkan dirinya pada batang pohon, sebagai alat fotosintesis maupun sebagai alat penyimpan kelembaban. Anggrek ini terkenal sulit dibudidayakan dan hingga kini statusnya masih sebagai anggrek dilindungi. Saat musim berbunga tiba, sebuah bunga berwarna putih kehiajauan dengan lidahnya yang besar muncul dari tandan yang kecil dan panjang, sehingga sekilas nampak bunga ini seperti melayang. Setelah bunganya gugur, sangatlah sulit untuk menemukan keberadaan tanaman ini karena akarnya yang pipih tersamar di sela-sela retakan kulit batang pohon. Justru karena “tingkah” inilah anggrek ini disebut sebagai anggrek hantu. Kadang muncul, tetapi beberapa waktu berselang anggrek ini hilang tanpa bekas. Siapa berani uji nyali!!(gbrnya nyusul deh,blogeernye lg lemotz:)
anggrek.org
Jumat, 02 November 2007
Rabu, 24 Oktober 2007
Selasa, 23 Oktober 2007
empat hal setelah akad nikah (a)
Berikut ini adalah beberapa adab yang dilakukan oleh pasangan yang baru saja melakukan akad nikah sesuai dengan tuntunan sunnah Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam. Pembahasan ini kami nukilkan dari Kitab Adabuz Zifaf karya Asy-Syaikh Al-Albani rahimahullah halaman 19 sampai 26 (e-books dari www.albany.net).
Empat adab tersebut adalah:
1. Lemah-lembut terhadap Istri
Dalil dalam permasalahan ini adalah hadits tentang pernikahan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam dengan ‘Aisyah radhiyallahu ‘anha yang diriwayatkan oleh Imam Ahmad rahimahullah.
Di dalam hadits tersebut dikisahkan bahwa setelah Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam menyunting ‘Aisah radhiyallahu ‘anha, beliau mendapat suguhan segelas susu. Beliau pun minum susu tersebut dan lalu menyuguhkannya pula kepada ‘Aisyah radhiyallahu ‘anha.
1. Meletakkan Tangan di atas Kepala Istri kemudian Mendoakannya
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam menuntunkan kepada para suami, ketika mereka menikahi seorang wanita, hendaklah mereka memegang ubun-ubunnya, membaca basmalah, mendoakan keberkahan dan membaca:
ALLAHUMMA INNI AS’ALUKA MIN KHAIRIHA WA KHAIRI MA JABALTAHA ‘ALAIHI. WA A’UDZUBIKA MIN SYARRIHA WA SYARRI MA JABALTAHA ‘ALAIHI
Artinya, “Ya Allah, sesungguhnya aku mohon kepadamu kebaikan dirinya dan kebaikan yang engkau tentukan atas dirinya. Dan Aku berlindung kepadamu dari kejelekannya dan kejelekan yang engkau tetapkan atas dirinya”
Empat adab tersebut adalah:
1. Lemah-lembut terhadap Istri
Dalil dalam permasalahan ini adalah hadits tentang pernikahan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam dengan ‘Aisyah radhiyallahu ‘anha yang diriwayatkan oleh Imam Ahmad rahimahullah.
Di dalam hadits tersebut dikisahkan bahwa setelah Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam menyunting ‘Aisah radhiyallahu ‘anha, beliau mendapat suguhan segelas susu. Beliau pun minum susu tersebut dan lalu menyuguhkannya pula kepada ‘Aisyah radhiyallahu ‘anha.
1. Meletakkan Tangan di atas Kepala Istri kemudian Mendoakannya
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam menuntunkan kepada para suami, ketika mereka menikahi seorang wanita, hendaklah mereka memegang ubun-ubunnya, membaca basmalah, mendoakan keberkahan dan membaca:
ALLAHUMMA INNI AS’ALUKA MIN KHAIRIHA WA KHAIRI MA JABALTAHA ‘ALAIHI. WA A’UDZUBIKA MIN SYARRIHA WA SYARRI MA JABALTAHA ‘ALAIHI
Artinya, “Ya Allah, sesungguhnya aku mohon kepadamu kebaikan dirinya dan kebaikan yang engkau tentukan atas dirinya. Dan Aku berlindung kepadamu dari kejelekannya dan kejelekan yang engkau tetapkan atas dirinya”
Langganan:
Postingan (Atom)
